10 Alasan Kenapa Saya Memilih WordPress (Bagian 2)
Setelah lama tertunda, berikut ini alasan ke-6 sampai ke-10 kenapa saya menggandungi WordPress sebagai Platform pengembangan untuk situs Web. Bagi yang belum tahu bagian ke-1 , alias alasan ke-1 sampai 5, silahkan baca disini.
6. Mempunyai ruang yang cukup luas bagi penggunanya untuk mengekspresikan diri dengan mendesain Themes sebagai wilayah ekspresi Emosional dan mendesain Plug-Ins sebagai wilayah ekspresi Rasionalitas.
Bagi saya fitur ini sangat penting. Ruang gerak aplikasi WordPress sangat cukup. Disini, WordPress tidak sepenuhnya mengarahkan pemakai menjadi pemakai pasif saja tapi memberikan dorongan kepada pemakai untuk berkreasi dengan citarasa emosinya maupun daya pikirnya, baik dengan cara menulis atau pun membuat Themes dan Plug-Ins.
7. Bila WordPress digunakan sebagai platform standar pengembangan situs, ia tentu saja bisa mengurangi biaya pengembangan sampai 50 persen lebih.
Website dapat diimplementasikan lebih cepat dalam orde menit sampai 2 minggu asalkan isi maupun konsep desainnya benar-benar sudah ada di atas kertas maupun masih di dalam pikiran. Bahkan kalaupun kita tidak paham betul apa dan bagaimana menampilkan informasi di Internet, asalkan kita berani bereksperimen dengan isi maupun tampilan apa yang mau kita sampaikan sebenarnya bisa dielaborasi dengan menggunakan WordPress. Fiturnya yang mendukung kategorisasi secara dinamis dan fleksibel memungkinkan kita mendesian arsitektur informasi yang sesuai dengan selera kita. Saya sarankan bagi pemerintah daerah maupun pusat di Indonesia, untuk menghemat biaya, maka gunakan WordPress saja sebagai aplikasi Content Management System yang bersifat baku dimana website Pemda maupun aplikasi Intranet dapat dibuat lebih cepat, mudah, murah dan berkualitas tinggi. Kalau hal ini dilaksanakan, tentunya alokasi biaya kelebihan anggaran yang semula untuk pengembangan aplikasi dari nol bisa digunakan untuk meningkatkan keahlian karyawan supaya lebih fokus pada penciptaan isi yang berkualitas, bisa menulis dan menjadi penulis, dan lebih berani mengekspresikan gagasan-gagasannya. Tentu saja, bagi pemerintah aturan tulis menulis di media online juga harus diperhatikan supaya ekspresi karyawan tidak kebablasan atau malah membocorkan rahasia negara.
8. Tidak perlu repot mencari Platform pendukungnya.
Dengan menggunakan php, Apache dan database mysql, dukungan platform WordPress di Internet dapat ditemukan hampir di semua situs yang memberikan layangan hosting yang biayanya sangat murah. Anda bisa mencari penyedia jasa sewa server hosting ukuran 25 sampai 1 GB dengan biaya kurang dari 250 ribu per tahun. Itupun sudah termasuk beli domain yang harganya sekarang ini sekitar 80 sampai 100 ribuan per tahun.
9. Bagi penulis, maka konsentrasi pekerjaan akan terfokus pada penciptaan isi yang lebih berkualitas.
Bagi desainer, tentu saja ia akan terfokus pada aspek desain yang tepat. Tentu saja disainer disini harus mempunyai nilai PLUS. Setidaknya ia harus paham pada konstruksi teknis WordPress yang dibuat dengan bahasa scripting php, tahu bagaimana memanipulasinya, dan harus lebih berani ngoprek ke wilayah Otak Kiri. Bagi Programmer, situasinya juga sama. Ia harus berani mengeksplor Otak Kanan-nya. Pendek kata, ada sintesis kemampuan dimana antara desainer dan programmer digabungkan, otak kanan dan kiri diintegraiskan untuk menampilkan suatu cipta karsa dan karya yang berbobot. Bahkan kalau kita ingin menggunakan WordPress secara independen, perlu tambahan ilmu lagi yaitu paham bagaimana mengelola website dengan menggunakan control panel di server hosting dimana nanti kita menaruh aplikasi dan isi, paham database mysql, dan tentu saja perlu pengetahuan minor cara mengelola server-server berbasis sistem operasi Linux. Bagi penelusur internet, yaitu pengguna pasif, karena tujuannya mencari informasi dan pengetahuan tentu saja akan tersedia banyak isi yang bermanfaat yang dapat digunakan untuk keperluan masing-masing.
10. Pengetahuan untuk mengelola situs internet maupun pembuatan isi dapat dengan mudah ditularkan karena dukungan tutorial WordPress sangat mudah ditemukan di Internet.
Bahkan dalam berbagai bahasa. Jadi, modal dasarnya hanya “mau atau tidak” menggunakan perpustakaan global Internet itu sendiri sebagai sara belajar. Kalau tidak ada minat baca tentu saja akan ditemui kesukaran. Jadi, semua tergantung pada kita sendiri mau nambah ilmu atau tidak.
Kira-kira itulah 10 sebab kenapa saya sampai hari ini masih menggunakan WordPress sebagai sarana pendukung aktifitas publikasi online.
Catatan : Tulisan ini aslinya diterbitkan di blog pribadi saya, silahkan rujukkan dengan versi yang ada di blog@tmonadi.








